METODE SOSIOLOGI

Metode sosiologi  merupakan bagian dari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Sosiologi sebagai metode dapat difahami bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan sosial yang di dalamnya dikembangkan metode penelitian untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang menjadi objek kajiannya. Metode sosiologi adalah sebuah metode langkah-langkah ilmiah yang diterapkan oleh para penelitian untuk meneliti terkait sosiologi. Hal ini menjelaskan tentang sebuah hal yang disiplin sosiologi sebagai sebuah metode. Metode sosiologi tidak  terdiri dari hanya  seperangkat tunggal saja, akan tetapi memiliki beberapa metode penelitian yang ada didalam sosiologi.[1]

Berikut metode yang dapat digunakan dalam penelitian sosiologi :

1.    Metode kualitatif

Metode ini merupakan sebuah analis datanya mengutamakan tentang penjabaran data yang didapatkan. Metode ini akan dipakai apabila data dari hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lainnya yang bersifat eksak akan tetapi bersifat deskriptif. Istilah penelitian ini yang dimaksud sebagai jenis penelitian yang temuannya tidak didapatkan melalui prosedur statistic atau sebuah hitungan lainnya. Contohnya adalah sebuah penelitian yang meneliti tentang perilaku seseorang, tentang kehidupan, maupun riwayat. Disamping hal ini bisa mengkaji tentang sebuah peranan sebuah organisasi, pergerakan sosial, atau sebuah hubungan timbal balik.

Metode kualitatif terdiri dari 3 jenis yakni :

a.    Metode Historis, adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data berupa peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Data sejarah tersebut diolah untuk memperoleh gambaran umum tentang kehidupan sosial di masa silam.

b.    Metode Komparatif, adalah  metode riset yang dilakukan dengan cara membandingkan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Perbandingan fenomena tersebut dapat berupa pembahasan mengenai kondisi sosial di beberapa kelompok masyarakat yang berbeda atau di zaman yang berbeda.

c.    Metode Studi Kasus,  adalah metode penelitian yang dilakukan dalam rangka mengleksplorasi isu sosial secara terbatas namun mendalam. Metode ini fokus pada satu atau dua isu yang digali terus-menerus hingga data menjadi jenuh. [2]

2.    Metode kuantitatif

Merupakan suatu metode penelitian sosiologi yang menekankan pada pengumpulan dan data secara numerik atau eksak, melalui sebuah pengolahan data dan pengorganisasian data. Data tersebut berupa sebuah angka dan mudah diklarifikasikan kedalam sebuah kategori – kategori.

Terdapat 2 metode dalam kuantitatif :

a.    Metode Statistik, adalah metode penelitian yang digunakan untuk melakukan pengolahan dan analisis fenomena sosial melalui data statistik. Penggunaan data statistik menjadi kunci penelitian jenis ini. Peneliti dapat menggunakan data set yang sudah tersedia atau mengumpulkan sendiri melalui survey.

b.    Metode Sosiometri, adalah metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis pola hubungan, relasi atau jaringan sosial antar individu atau kelompok. Metode sosiometri sering disebut juga analisis jejaring sosial atau dalam bahasa Inggris social network analysis. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jejaring sosial antarmanusia sebagai bagian dari atau pembentuk fenomena sosial.

3.    Metode deduktif

Merupakan suatu metode sosiologi yang memiliki suatu penerapannya dimulai dari dari sebuah teori yang berada dikepala peneliti, lalu teori tersebut digunakan untuk menggabungkan proses analisis data yang didapatkan dilapangan. Peneliti memiliki sebuah teori yang berasal dari penelitian sebelumnya, dan teori tersebut diuji dengan sebuah kenyataan berupa data di lapangan. Metode deduktif tergolong menjadi metode penelitian sosial kuantitatif, secara singkat langkah penelitian sosial ini dilakukan dari kaidah-kaidah sosial yang berlaku umum untuk disimpulkan pembahasannnya dalam keadaan yang khusus.

4.    Metode induktif

Merupakan sebuah metode sosiologi yang memiliki penerapan dimulai dari pencarian data lapangan, lalu diolah, serta dianalisis sampai disimpulkan menjadi sebuah teori – teori yang umum. Proses penelitian hal ini bersifat induktif atau dalam artian setiap gejala – gejala sosial yang muncul di lapangan akan dirangkai sedemikian rupa hingga mendapatkan suatu kesimpulan dan menghasilkan sebuah teori. Metode ini boleh dibilah kebalikan dari metode deduktif.

5.    Metode impiris

Yaitu suatu metode sosiologi yang digunakan untuk mencari data yang objektif di lapangan. Data objektif tersebut bersifat empiris atau dalam artian berasal dari realita di lapangan tanpa adanya intervensi kepentingan peneliti. Metode empiris tergolong menjadi metode penelitian yang kualitatif lantaran dalam penelitian dilakukan menggunakan jenis metode ini lebih memprioritaskan pada keadaan-keadaan nyata yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat.[3]

Pendapat/ komentar :

Metode sosiologi tentusaja sangatlah dibutuhkan dalam perkembangan terkait dengan objek kajian sosiologi, hal ini dilakukan guna mempelajari secara utuh masalah-masalah yang diteliti oleh disiplin sosiologi. Metode sosiologi secara umumnya terbagi atas dua jenis, yakni yang dipergunakan untuk kualitatif dan metode kuantitatif. Meskipun terbagi menjadi dua jeni  dalam metode penelitian sosiologi tersebut di dalamnya terdapat beberapa metode lainnya. Metode sosiologi terdapat 5 diantaranya, metode Kualitatif, Metode Kuantitatif, Metode Induktif, Metode Deduktif dan Metode Impiris. Namun dalam penelitian sosiologi memiliki dua aspek metode yang sama penting. Metode kualitatif dan metode kuantitatif. Apabila di dalam penelitian membutuhkan adanya penjabaran data tanpa numeral, maka digunakan metode kualitatif. Sedangkan penelitian yang membutuhkan hasil kongkrit berupa angka, akan lebih mudah menggunakan metode kuantitatif. Karena hasil penelitian dapat dilihat dengan jelas melalui tabel.

Komentar