Paradigma Definisi sosial

Secara etimologis, istilah paradigma pada dasarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “para” yang artinya di sebelah atau pun di samping, dan kata “diegma” yang artinya teladan, ideal, model, atau pun arketif. Sedangkan secara terminologis, istilah paradigma diartikan sebagai sebuah pandangan atau pun cara pandang yang digunakan untuk menilai dunia dan alam sekitarnya, yang merupakan gambaran atau pun perspektif umum berupa cara – cara untuk menjabarkan berbagai macam permasalahan dunia nyata yang sangat kompleks.[1] Paradigma adalah pandangan yang mendasar tentang apa yang menjadi subyect matter (pokok persoalan) yang dipelajari suatu disiplin ilmu. Didalam sosiologi terdapat tiga paradigma yaitu paradigma fakta sosial, paradigma devinisi sosial, dan paradigma perilaku sosial.

Menurut C. J Ritzer paradigma adalah pandangan mendasar para ilmuan mengenai apa yang menjadi pokok permasalahan yang seharusnya dipelajari oleh satu cabang ilmu pengetahuan tertentu.

A.    Paradigma definisi sosial

Paradigma definisi sosial didominasi oleh pemikiran Max Weber mengenai tindakan sosial. Paradigma ini menjelaskan bahwa pemikiran individu di dalam suatu masyarakat tertentu akan mempengaruhi struktur yang terdapat di dalam masyarakat tersebut. Prinsip rasionalitas memberikan suatu landasan kuat terhadap paradigma definisi sosial yang didasarkan pada karya Max Weber. Menurut paradigma ini yang dianggap sebagai suatu kenyataan sosial adalah tindakan sosial. Selain itu, paradigma definisi sosial juga memiliki pandangan dasar yang bersifat subjektivitas. Pandangan subjektivitas menyatakan bahwa kenyataan itu hanya dapat ditangkap dengan kesadaran. Paradigma definisi sosial tidak memiliki pandangan yang bertolak dari kenyataan sosial yang bersifat objektif, namun berangkat dari pemikiran individu sebagai subjek. Dalam hal ini, sekalipun kenyataan sosial bersifat objektif, kebebasan untuk menentukan tindakan tetaplah berfokus pada individu yang bersangkutan[2]

            Paradigma defini sosial berbicara mengenai perilaku seorang individu aktif yang mampu menciptakan sebuah realitas sosial tersendiri. Contoh dari definisi sosial ini adalah ketika seseorang melakukan sesuatu aktivitas, maka aktivitasnya tersebut terdapat sebuah tujuan, dimana tujuan ini mampu menciptakan membentuk sebuah realitas sosial tersendiri.

Paradigma definisi sosial adalah salah satu aspek khusus dari karya Weber yang dalam analisanya tentang tindakan social (social action). Ada tiga teori yang termasuk dalam paradigma definisi sosial ini, yaitu teori aksi (action), interaksionisme simbolik (symbolic interaktinism), dan fenomenologi (phenomenology)[3]

B.    Teori-teori Paradigma Definisi sosial

1.      Teori Aksi (action)

Teori Aksi, yang mempunyai kecenderungan kesejajaran dengan Weber, dan mempunyai arti yang sangat penting dalam rangka pengembangan teori interaksi simbol dan teori fenomenologi. Teori Aksi mengalami perkembangan yang pesat di Amerika lewat karya Florian Znaniecki (The Method of Sociology, Social Actions), Robert M. Mac Iver (Society: Its Structure and Changes), Talcott Parsons (The Structure of Social Action). Menurut Hinkle, tokoh-tokoh tersebut merupakan sosiolog yang mempunyai kecenderungan berpikir yang dilatarbelakangi pemikiran Eropa yang pemikirannya sangat dipengaruhi oleh teori aksi Pareto, Durkheim, dan Weber. Selanjutnya, bertolak dari karya sosiolog yang mempunyai latar belakang pemikiran Eropa tersebut Hinkle mengemukakan anggapan dasar teori aksi, yaitu :

a.       Tindakan manusia didorong oleh kesadaran diri sendiri dan pengaruh dari luar dirinya

b.      tindakan manusia itu bertujuan

c.       tindakan manusia itu menggunakan cara, prosedur, teknik dan alat

d.      tindakan manusia hanya dibatasi oleh kondisi yang tidak diubah dengan sendirinya

e.       tindakan manusia berdimensi tiga, yaitu yang menyangkut masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang

f.       tindakan manusia dalam pengambilan keputusan dibimbing oleh norma-norma moral

g.      penelitian tentang antarhubungan sosial menggunakan verstehen (pemahaman) dan imajinasi.

2.      interaksionisme simbolik (symbolic interaktinism)

dalam proses pendekatannya sejalan dan cenderung mengikuti cara yang dilakukan Weber dalam teori aksi. Dua orang tokoh yang terkenal dari teori interaksi simbol adalah John Dewey dan Charles Horton Cooley. Adapun pandangan dasar dari teori tersebut l SOSI4206/MODUL 1 1.9 ialah menolak behaviorisme yang dipelopori oleh J.B. Watson. Teori tersebut, dalam mengadakan pendekatan sosial menggunakan introspeksi untuk mengetahui latar belakang tindakan pelakunya. Suatu hal yang penting dalam teori interaksi simbol ini adalah kemampuannya untuk memberikan interpretasi terhadap stimulus (rangsangan) yang ada dalam interaksi simbol.

3.      fenomenologi (phenomenology)

Beranggapan bahwa perilaku manusia menjadi satu hubungan sosial, apabila manusia memberikan makna tertentu terhadap tindakannya sebagai sesuatu yang berarti karena hal tersebut adalah merupakan sesuatu yang menentukan terhadap kelestarian interaksi sosial.[4]

Secara umum metode yang digunakan dalam paradigma definisi sosial adalah observasi. Peneliti dapat mempelajari proses berpikir pelaku atau respondennya hanya dengan mengamati proses interaksi secara selintas. Penganut paradigma ini harus mampu mengambil kesimpulan terhadap sesuatu yang timbul dari kekuatan intrasubyektif dan intersubyektif dari gejala yang diamatinya.[5]

C.    Tokoh dalam paradigma definisi sosial

Max Weber menjadi tokoh yang paling populer dalam paradigma definisi sosial. Weber memperkenalkan analisisnya tentang tindakan sosial atau social action. Yang mana Weber menuliskan pada hasil tesisnya bahwa suatu tindakan manusia itu penuh dengan arti.Menurut Weber setiap tindakan itu mengandung makna yang mendalam dari seseorang yang melakukannya[6]

D.    Contoh paradigma definisi sosial

1.      Fanatisme beragama

2.      Menjadi karyawan atau pengusaha

3.      Memberikan kritik atas kebijakan pemerintah[7]

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

fajarni, S. (2020). integritas tipologi paradigm sosiologi George Ritzer dan Margaret M. Poloma. jurnal sosiologi agama indonesia , 137.

M.S, D. w. (n.d.). paradigma sosiologi dan teori pedekatanya .

https://pengertiandefinisi.com/pengertian-paradigma/ (tgl 27 maret 2022, pkl 22:22)

http://fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/7.6_Interaksi-Simbolik.pdf (diakses tgl 27 maret 2022, pkl 22:55)

http://eprints.umpo.ac.id/2388/1/ARTIKEL%20ILMIAH.pdf (diakses tg; 28 maret 2022 ; pkl 00:02)

https://www.sosiologi.info/2020/01/pengertian-dan-enam-teori-dalam-paradigma-definisi-sosial.html#:~:text=Pertama%2C%20Max%20Weber%20menjadi%20tokoh,populer%20dalam%20paradigma%20definisi%20sosial. (diakses tanggal 28 maret 2022; pkl 00:30)

https://dosensosiologi.com/contoh-paradigma-definisi-sosial/ (diakses tanggal 28 maret 2022 ; pkl 00:35)

 

 



[2] Suci fajarni, Integrasi Tipologi Paradigma Sosiologi George Ritzer dan Margaret M. Poloma, Jurnal Sosiologi Agama Indonesia Vol. 1, No. 2, 132-147, Juli 2020; hal 137

[4] Drs. Wagiyo, M.S , Paradigma Sosiologi dan Teori Pendekatannya vol 1.9

[5] KONSEP PARADIGMA ILMU-ILMU SOSIAL DAN RELEVANSINYA PERKEMBANGAN PENGETAHUAN, http://eprints.umpo.ac.id/2388/1/ARTIKEL%20ILMIAH.pdf (diakses tg; 28 maret 2022 ; pkl 00:02)

[7] https://dosensosiologi.com/contoh-paradigma-definisi-sosial/ (diakses tanggal 28 maret 2022 ; pkl 00:35)

Komentar